Mengingatnya membuatku menitikkan air mata, kadang aku menyesal...
Kesedihan saat mengingatnya membuatku tidak dapat mengungkapkan apapun....
Dahulu...
dahulu sekali...
Aku sangat senang dan lega saat melihatnya begitu semangat mengikuti tes masuk ke sebuah perguruan tinggi, cita - citanya begitu luhur, dia ingin menjadi dokter...
Aku rasa, aku tidak perlu membantunya terlalu banyak...
Namun......
Awan
begitu gelap, langit begitu mendung. Semendung hatinya yang telah
gagal. Aku tidak percaya dia telah gagal mengikuti tes itu, padahal aku
sangat percaya dia akan berhasil...Bertahun - tahun kemudian dia datang, datang dengan penampilan aneh...
Dia datang bak seorang santri dari sebuah pesantren yang jauh. Sontak dia menjadi perhatian orang - orang yang berada di sekolah saat itu...
Dia mencariku, dan aku terkejut...
Dia menyapaku dan dia bilang telah bekerja di sebuah badan kesehatan.
Astaga....
begitu menyayat hati, aku tak sampai hati untuk berkata yang sejujurnya padanya.
Dia frustasi berat karena kegagalan di masa lampau...
Tetapi, aku harus mengatakannya..
"Nak, kau bukanlah seorang dokter. Terimalah kenyataan ini, dan jadilah diri sendiri..."
Dia pun pergi meninggalkanku dengan perasaan kecewa, kecewa karena itu semua hanyalah MIMPI...
Dan akupun dihantui penyesalan, kenapa aku tidak bisa menolongnya???
Sebuah kisah nyata tentang seseorang yang sangat berambisi akan cita - citanya..
namun tak pernah dapat diraihnya, hingga membuatkan frustasi berat..
Bermimpi adalah hak setiap manusia...
Bermimpi adalah awal yang baik dari sebuah keinginan...
Bermimpi adalah motivator yang baik untuk meraih impian..
Tetapi, bermimpi adalah sebuah bumerang yang dapat membawa manusia dalam kehancuran.
Bermimpilah, tapi saat mimpi itu tak sampai, terimalah...
"Segeralah bangun dari mimpimu, saat kau dapati mimpimu tak terwujud.."

